Ekonomi

Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan, Mahasiswa UNDAR Jombang Latih Warga Plumbon Gambang Olah Daun Kelor Jadi Pudding

GUDO, KabarJombang.com – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Darul Ulum (UNDAR) 2025 bersama PKK Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dengan fokus pelatihan pembuatan pudding dari daun kelor. Acara ini berlangsung pada Selasa (26/8/2025) di Balai Desa Plumbon Gambang dan diikuti oleh puluhan perempuan dari kalangan ibu rumah tangga setempat.

Ketua KKM UNDAR Kelompok F, Ernestito atau akrab disapa Ernest, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar tanaman kelor yang tumbuh subur di Desa Plumbon Gambang. “Daun kelor sangat kaya nutrisi dan bisa diolah menjadi produk pangan inovatif. Kami ingin mengangkat potensi lokal ini agar bisa memberi nilai tambah bagi warga, khususnya para ibu,” jelas Ernest.

Menurut Ernest, pemilihan pudding kelor sebagai produk utama dalam pelatihan bukan tanpa alasan. “Kelor mengandung vitamin A, C, E, B kompleks, protein nabati, dan antioksidan. Selain sehat, pudding kelor juga memiliki daya tarik sebagai produk kuliner yang bernilai jual,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKM UNDAR 2025 yang bertema pemberdayaan perempuan. Proses persiapannya melibatkan identifikasi potensi desa, penyusunan konsep pelatihan, hingga kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Desa Plumbon Gambang.

“Kami memilih desa ini karena kelor sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, namun belum dimaksimalkan sebagai produk ekonomi,” kata Ernest.

Baginya, kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan satu kali, tetapi menjadi langkah awal untuk pengembangan produk olahan kelor lainnya. “Kami berharap ini bisa berkelanjutan. Ke depan, warga bisa membuat teh kelor, nugget kelor, bahkan produk herbal lainnya dari tanaman ini,” tutur Ernest.

Dengan semangat pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perempuan Desa Plumbon Gambang menjadi lebih mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. “Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rumah tangga melalui inovasi pangan yang berasal dari desa mereka sendiri,” harap Ernest.

Salah satu peserta, Endang (65), mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “Saya senang bisa belajar hal baru. Pudding kelor ini mudah dibuat, sehat, dan bisa jadi peluang usaha rumahan,” ujarnya. Ia pun menyatakan siap mempraktikkan dan menjual pudding kelor sebagai tambahan penghasilan keluarga.

 

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar