Ekonomi

PRJ 2026 Berakhir, Bukti Pasar Rakyat Mampu Menghidupkan Ekonomi Warga Jombang

JOMBANG, KabarJombang.com-Lampu panggung Pasar Rakyat Jombang (PRJ) akhirnya padam pada Minggu (12/7/2026) malam.

Musik berhenti, wahana permainan ditutup, dan para pedagang mulai membongkar lapaknya. Namun, yang tersisa bukan sekadar arena yang kembali lengang.

Ada kenangan, rasa syukur, dan bukti nyata bahwa pasar rakyat mampu menghidupkan ekonomi warga.

Selama sepuluh hari penyelenggaraan di Lapangan Atletik SMAN 3 Jombang, PRJ tidak hanya menjadi tempat masyarakat menghabiskan liburan sekolah bersama keluarga.

Event yang digelar JBR Production itu juga menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM, seniman, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kerakyatan.

Ketua Panitia PRJ, Jalaluddin Hambali, mengatakan keberhasilan PRJ bukan diukur dari ramainya panggung hiburan semata, tetapi dari meningkatnya pendapatan masyarakat yang ikut terlibat.

“Kami paling bahagia bukan karena panggung selalu ramai, tetapi karena pedagang tersenyum membawa pulang hasil yang lebih baik. Itu menjadi bukti bahwa pasar rakyat benar-benar memberi manfaat bagi ekonomi warga,” ujarnya Selasa (14/7/2026).

Bukti itu terlihat dari banyaknya pelaku usaha yang mencatat lonjakan omzet.

Mbah Pardi, penjual pentol dan tahu bakar asal Pulolor, yang biasanya hanya memperoleh omzet sekitar Rp200 ribu saat berjualan di rumah, mampu membawa pulang hampir Rp400 ribu setiap malam selama PRJ berlangsung.

Rosyidah, pemilik Es Cendol Dawet Ferozy, juga merasakan lonjakan serupa. Jika biasanya omzet saat berjualan di Car Free Day belum mencapai Rp1 juta, selama mengikuti PRJ penjualannya pernah menembus Rp2 juta dalam semalam.

Rekor tertinggi bahkan dicatat salah satu pedagang Tempe Mendoan yang berhasil membukukan omzet hingga Rp3,5 juta hanya dalam satu malam.

Tidak hanya pedagang makanan dan minuman. Petugas parkir di kawasan SMAN 3, SMKN 1, Perpustakaan Mastrip hingga Dinas Kesehatan juga ikut merasakan dampaknya.

Rata-rata mereka menerima pembagian hasil minimal Rp200 ribu per malam, bahkan sempat mencapai hampir Rp450 ribu.

Menurut Jalaluddin, angka-angka tersebut menjadi indikator sederhana bahwa roda ekonomi masyarakat benar-benar bergerak selama PRJ berlangsung.

“Hampir seratus pelaku UMKM ikut bergabung. Ada yang omzetnya jutaan rupiah, bahkan ada yang mendekati puluhan juta rupiah selama sepuluh hari berjualan. Ini menunjukkan bahwa hiburan rakyat juga bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Keberhasilan itu pula yang membuat banyak pedagang meminta agar PRJ tidak berhenti sebagai agenda sesaat.

Sejak hari ketujuh penyelenggaraan, sejumlah mitra dan pelaku UMKM telah mengusulkan agar PRJ diperpanjang bahkan dijadikan agenda rutin setiap liburan sekolah.

Selain menggerakkan ekonomi, PRJ juga menjadi ruang ekspresi bagi komunitas seni dan generasi muda.

Sedikitnya 12 supporting event digelar, mulai dari pertunjukan Wushu Show, Reggae Party, konser Ambyar Splash Entertainment, sendratari, keroncong, jazz, cosplay, hingga lomba tari kreasi yang diikuti puluhan pelajar dari Jombang dan daerah sekitar.

Seluruh rangkaian kegiatan digelar secara mandiri oleh JBR Production tanpa dukungan dana pemerintah. Meski demikian, sejumlah perangkat daerah memberikan dukungan fasilitas sehingga pelaksanaan PRJ berjalan lancar.

Mengusung semangat warga bantu warga, rakyat bantu rakyat, bangga Jombang, dan bangga produk Jombang, Jalaluddin berharap PRJ menjadi contoh bahwa kolaborasi masyarakat mampu menghadirkan hiburan yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir, membeli produk UMKM lokal, serta menjadi bagian dari cerita PRJ tahun ini. Mohon maaf apabila masih ada kekurangan. Semua akan menjadi bahan evaluasi agar PRJ berikutnya lebih baik lagi. Insyaallah kami ingin kembali menghadirkan PRJ pada Juli 2027,” tutup Jalaluddin.

Bagi sebagian orang, PRJ mungkin telah usai. Namun bagi para pedagang yang pulang membawa keuntungan lebih besar, anak-anak yang menikmati liburan bersama keluarga, dan pelaku seni yang mendapat ruang berekspresi, PRJ 2026 meninggalkan lebih dari sekadar keramaian.

Ia meninggalkan kenangan sekaligus bukti bahwa ketika warga saling menguatkan, pasar rakyat mampu menjadi penggerak ekonomi dan kebahagiaan bersama.

 

 

 

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar