Ekonomi

Perjuangan Penyedia Kulit Kambing untuk Alat Musik di Kecamatan Megaluh Jombang, di Tengah Mulai Sepinya Pesanan

MEGALUH, KabarJombang.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) penyedia kulit kambing di Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Jombang, mengalami penurunan pesanan bahan baku untuk pembuatan alat musik. Sepinya permintaan ini terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan berdampak pada pemasukan UMKM tersebut.

Galuh Sri Iswandari (63) pemilik UMKM penyedia kulit kambing menuturkan, menurunnya pemesanan kulit kambing untuk alat musik jimbe tersebut, disebabkan karena faktor perekonomian masyarakat dan mulai berkurangnya peminat masyarakat terhadap alat musik jimbe.

“Beberapa bulan kemarin pemesanan untuk alat musik jimbe di wilayah Blitar menurun. Biasanya setiap Minggu saya mengirimkan satu truk kulit kambing untuk dijadikan pembuatan alat musik. Namun, saat ini mulai berkurang,” ujarnya.

Perlembar harga kulit kambing memiliki harga yang bervariasi tergantung ukuran yang dibutuhkan. Terdapat beberapa ukuran mulai dari ukuran M, L, dan XL.

“Perlembar harga kulit kambing Rp100.000,” ucapnya.

Penurunan pemesanan kulit kambing yang akan dikirimkan langsung ke Blitar, biasanya sekali pengirim mencapai 200 biji per ukuran bahkan lebih dari sampai 1.000 biji dengan ukuran 24 Cm. Sayangnya, saat ini pengiriman kulit menurun jauh di bawah pengiriman sebelumnya.

“Dulu pengiriman ke Blitar minimal 200, 300,500, bahkan sampai 2.000, terkadang saya juga kewalahan melayani pemesanan dari Blitar. Saat ini, sangat sepi kemungkinan faktor pasar juga turut mempengaruhi sepinya permintaan kulit kambing,” jelasnya.

Galuh Sri Iswandari mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan cara terus melakukan promosi melalui perkembangan teknologi yang saat ini mampu menjangkau sampai ke luar Kabupaten Jombang.

“Solusi saya saat ini hanya mengandalkan promosi melalui platform media sosial, seperti Facebook, dan lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan penghasilan selama satu bulan ketika ramainya pemesanan mencapai puluhan juta. “Kalau ramai satu bulan bisa sampai Rp 30.000.000, sekarang setiap hari bisa memproduksi sudah sangat bersyukur daripada tidak sama sekali,” tambahnya.

Sementara itu, penjualan yang pernah dilakukan oleh Galuh Sri Iswandari bukan hanya di ruang lingkup Kabupaten Jombang dan Blitar. Melainkan sampai ke luar Pulau hingga ke luar Indonesia.

“Wilayah yang paling jauh di negara Malaysia. Sedangkan kalau di luar pulau seperti Martapura, Lampung, dan Bali. Bukan hanya itu kami juga mengirim ke wilayah Jepara, Gresik,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman