Ekonomi

Kreatif, Peternak Gen Z di Jombang Jual Kambing Kurban Lewat Live Sosmed

JOGOROTO, KabarJombang.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha, para peternak kambing di Kabupaten Jombang mulai kebanjiran pembeli. Beragam cara dilakukan untuk menarik minat masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan siaran langsung atau live di media sosial sebagai sarana promosi penjualan hewan kurban.

Strategi itu dilakukan Abdul Ghofur (25), pemilik Family Farm di Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Peternak gen z yang merintis usahanya sejak 2019 tersebut kini rutin memasarkan kambing kurban melalui jualan online dan live media sosial agar dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli.

“Pemasarannya dari online juga, Mas. Saya live di media sosial sendiri,” kata Ghofur saat ditemui di kandangnya Sabtu (23/5/2026).

Melalui siaran langsung, Ghofur memperlihatkan kondisi kambing secara detail kepada calon pembeli, mulai dari ukuran tubuh, kondisi kesehatan, hingga penampilan hewan yang telah dicukur agar tampak lebih bersih dan menarik.

Menurutnya, cara tersebut cukup efektif meningkatkan kepercayaan pembeli, terutama bagi pelanggan yang berada di luar daerah dan tidak sempat datang langsung ke kandang.

“Pelanggan saya dari Jombang, Mojokerto, sampai Kediri,” ujarnya.

Selain mengandalkan promosi digital, Ghofur juga membuka jasa cukur bulu kambing dan domba yang permintaannya meningkat tajam menjelang Idul Adha. Jika pada hari biasa hanya menerima satu hingga dua ekor, kini jumlahnya bisa mencapai 10 ekor per hari.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Sekarang bisa sampai 10 ekor per hari,” katanya.

Jasa cukur tersebut dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per ekor, tergantung ukuran hewan. Penampilan kambing yang bersih dan rapi dinilai mampu meningkatkan daya tarik sekaligus harga jual hewan kurban.

Tahun ini, Family Farm menyediakan sekitar 40 ekor kambing kurban dengan harga mulai Rp2 juta hingga Rp4 juta per ekor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 ekor telah terjual.

“Pembeli juga bisa menitipkan kambing di sini sampai hari H,” tambahnya.

Dari penjualan kambing kurban tahun ini, omzet yang diperoleh Ghofur mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta.

Salah satu pelanggan, Muhammad Ali Fikri (22), mengaku tertarik mencukur dombanya karena penampilan hewan kurban menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi minat pembeli.

“Kalau bersih dan bulunya putih, pelanggan lebih tertarik. Bisa menaikkan harga juga,” ujarnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar