Ekonomi

Inovasi Olahan Singkong, Permen Tape Wonosalam Jadi Andalan Oleh-oleh Khas Jombang

WONOSALAM, KabarJombang.com – Singkong yang selama ini dipandang sebagai komoditas pangan bernilai rendah, kini berhasil diangkat menjadi produk camilan bernilai jual tinggi oleh warga lereng Gunung Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Melalui inovasi pengolahan, umbi singkong disulap menjadi permen tape manis yang perlahan menempatkan diri sebagai salah satu produk khas daerah. Camilan tersebut berasal dari kawasan yang dikenal subur dan kaya hasil pertanian.

Penggagas usaha ini adalah Suyanto (46), warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung. Sejak 2019, ia merintis produksi permen tape berbahan baku singkong lokal. Gagasan itu berangkat dari keprihatinannya melihat harga singkong petani yang kerap tidak stabil dan cenderung rendah.

Suyanto memilih membeli singkong langsung dari petani setempat dengan harga antara Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram. Menurutnya, singkong Wonosalam memiliki kualitas yang sesuai untuk proses fermentasi karena tekstur dan rasanya lebih baik.

“Harapannya bukan sekadar berjualan, tapi juga memberi nilai tambah bagi hasil panen petani. Kalau diolah, singkong bisa jauh lebih bernilai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Dalam proses pembuatannya, Suyanto masih mengandalkan teknik tradisional. Singkong yang telah dibersihkan direbus hingga matang, lalu difermentasi menggunakan ragi. Untuk menjaga kualitas tape, singkong yang telah diberi ragi ditutup daun talas dan dibiarkan selama lebih dari tiga hari.

Tape yang sudah matang kemudian dicampur gula hingga merata. Adonan tersebut dipotong kecil-kecil dan dikeringkan secara alami tanpa bantuan oven. Metode ini dipilih agar aroma khas tape tetap terjaga.

“Prosesnya memang tidak bisa cepat. Semua harus sabar supaya rasanya pas,” katanya.

Permen tape yang telah kering kemudian dikemas dengan tampilan menarik dalam kemasan 150 gram dan dijual seharga sekitar Rp10 ribu per bungkus. Produk ini dipasarkan melalui berbagai jalur, mulai dari penjualan langsung, pesanan instansi, toko swalayan di Jombang, hingga gerai oleh-oleh milik Dekranasda. Pemasaran daring juga membuka akses pasar hingga luar Jawa Timur.

Kini, permen tape Wonosalam tak hanya menjadi camilan rumahan, tetapi juga populer sebagai buah tangan khas Jombang. Suyanto berharap, langkah kecilnya ini dapat mendorong masyarakat lain untuk mengembangkan potensi hasil pertanian lokal agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Singkong membuktikan bahwa hasil pertanian sederhana pun bisa menjadi produk unggulan jika diolah dengan kreativitas,” tutupnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar