Dokter Spesialis di Jombang Sebut Kerja dan Belajar Online, Picu Gangguan Mata Hingga Miopia

dr M Sjarifuddin, Ketua Umum Satuan Tugas Penanganan Covid-19, saat diwawancarai di kantor IDI Jombang. (Foto: Anggraini)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Wabah Covid-19 memaksa warga beraktivitas dan bekerja di rumah atau work from home (WFH) selama berbulan-bulan. Ternyata, ada beberapa dampak berpengaruh pada anggota tubuh, di antaranya kesehatan mata. Karena system online dan mengharuskan menatap layar komputer mapun gawai berlama-lama.

Dokter spesialis mata, dr M Sjarifuddin menuturkan, selain pada pekerja, pandemi Covid-19 juga mengharuskan pelajar mengikuti pelajaran dengan sistem online atau belajar dari rumah. Menurutnya, beralihnya aktivitas ke online ini disebut sebagai Computer Vision Syndrome dan tentunya memiliki dampak pada kesehatan mata.

Baca Juga

Untuk mencegah atau meminimalisasi Computer Vision Syndrome, kata dr M Sjarifuddin, terdapat beberapa cara. Salah satunya role of twenty, yakni 20 menit pertama adalah waktu atau batasan waktu penggunaan gawai, dan 20 detik kedua adalah mengistirahatkan mata.

“Jika penggunaan gawai lebih dari 20 menit atau non-stop, apalagi pada usia pertumbuhan, akan memicu progestisitas miopia (rabun jauh atau mata minus) yang terus bertambah,” ujar dr Sjarifuddin kepada KabarJombang.com, Rabu (9/9/2020).

dr Sjarifuddin manandaskan, untuk aturan screen time pada batasan usia, masih sulit untuk dikendalikan. Mengingat, saat ini perkembangan teknologi begitu pesat, sehingga masyarakat t ermasuk anak-anak, mau tidak mau, juga mengkonsumsi dan membutuhkan.

“Harusnya, penggunaan gawai atau komputer pada anak sampai usia maksimal 12 tahun, maksimal hanya satu jam,” katanya.

“Yang paling penting disiplin dalam menjaga visual hygiene (kegiatan yang membutuhkan penglihatan dekat secara terus menerus hingga memicu terjadinya masalah pada penglihatan),” tegasnya.

Ia juga menyarankan, agar mata terhindar dari miopia khusus saat WFH seperti ini, dengan penggunaan gawai atau posisi membaca dengan benar. Yakni sepanjang lengan hingga siku kurang lebih 40 sentimeter untuk orang dewasa dan 30 cm untuk anak-anak. Begitu juga pengaturan pencahayaan, dan font yang harus disesuaikan dengan kebutuhan mata.

“Pencahayaan komputer atau gawai, kalau bisa diatur seredup mungkin, atau disesuaikan senyaman mungkin dengan kebutuhan dan kemampuan mata,” katanya.

Selain melakukan visual hygiene, juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran berwarna hijau dan buah-buahan yang berwarna kuning, oranye, dan merah, tidak harus wortel. Tidur yang cukup dan memberikan hak-hak pada mata untuk istirahat.

“Sebenarnya untuk WFH jika menerapkan visual hygiene, pasti bias. Atau paling tidak, dengan melakukan role of twenty. Karena hanya mengistirahatkan mata selama 20 detik. Meskipun untuk mengejar target, tidak ngefek, itu hanya cara bagaimana mengelola nafsu kita saja,” ungkapnya.

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait