Diduga Serangan Jantung, Warga Kediri Meninggal di Musholla Gunung Pucangan

Korban saat diindentifikasi petugas medis di RSUD Jombang. (FOTO: AAN)

KABARJOMBANG.COM – M Lukman Hakim (44), warga Dusun Kautan, Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal di sebelah kanan tempat pengimaman Musholla Raden Said yang berlokasi di Gunung Pucangan, Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Jombang, Selasa (13/6/2017) siang.

“Korban ditemukan meninggal sekitar 14.00 WIB, dengan posisi membujur dan miring menghadap ke utara. Sedang tangan kirinya dilipat dibawah kepala sebagai ganti bantal,” kata AKP Sugeng, Kapolsek Ngusikan.

Kapolsek Sugeng menjelaskan, korban diketahui meninggal oleh M Daut (43) warga Dusun/Desa Gebung, Kecamatan Katikan, Kabupaten Ngawi, dan Aris Andrianto (40) warga Dusun Krajan, Desa Temenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Keduanya, hendak membangunkan korban.

Sejurus kemudian, keduanya langsung melapor ke Perangkat Desa setempat setelah mendapati temannya sudah tak bernyawa. Tak lama kemudian, setelah mendapat laporan dari perangkat desa, polisi datang ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengidentifikasi korban.

“Hasil pemeriksaan sementara oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal akibat serangan jantung,” terang AKP Sugeng.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa, sebuah sepeda motor Honda Supra warna hitam, dua buah Handphone, dompet warna hitam berisi identitas koban, tas warna hitam berisi baju, dan satu kantong plastik berisi pil Panadol 6 biji , pil Gastricit 6 biji, pil Promag 4 biji, dan pil Reumasil 3 biji.

Selanjutnya, korban kemudian dievakuasi ke RSUD Jombang untuk divisum. “Sambil menunggu pihak keluarga korban, barang bukti kita amankan di Mapolsek,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Gunung Pucangan merupakan wisata religi yang tak sepi dari pengunjung, baik warga dari dalam maupun luar Jombang. Apalagi saat malam Jum’at Legi. Konon, tempat ini merupakan petilasan Dewi Kilisuci, putri Airlangga. Di petilasan ini juga terdapat makam Maling Cluring. Tak heran, tempat ini digunakan sebagian warga sebagai tempat lelaku alias semedi. (aan/rief)

LEAVE A REPLY