by

Dibuang Sembarangan, Limbah Perusahaan Daur Ulang Karung, Bikin Warga Sesak Nafas

KABARJOMBANG.COM – Warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengeluhkan dengan adanya pembuangan limbah cair milik pabrik daur ulang karung di desa setempat.

Dampaknya, sejumlah aliran sungai yang berada di belakang pabrik, mulai berwarna kuning kecoklatan. Tak ayal, adanya aliran limbah yang mulai mengalir ke aliran sungai pemukiman, membuat warga mulai menjerit akan dampaknya.

Seperti yang dikatakan Agus Hariyanto, perangkat desa setampat. Menurutnya, sejak dua bulan lalu, limbah yang dibuang sembarangan, membuat warga mulai diserang sesak nafas. Pasalnya, selain limbah berwarna keruh, bau dari limbah juga tak sedap dihirup.

“Akibatnya, ya banyak warga yang mulai terserang sesak nafas. Karena baunya sangat menyengat dan tidak enak dihidung,” jelasnya, Senin (27/8/2018).

Selain berdampak bagi kesehatan warga, pembuangan limbah juga mengakibatkan sumur-sumur warga tercemar limbah. Sehingga, air sumur menjadi kuning, tak seperti biasanya. Padahal, dalam sehari-hari, warga menggunakan air sumur untuk kebutuhan rumah tangga.

“Air keruh, saat digunakan warga untuk kebutuhan seperti, mandi, memasak, serta cuci baju,” katanya.

Adanya keluhan terhadap warganya, perangkat desa setempat mencoba mendatangi pabrik untuk meminta agar pihak pabrik tidak lagi membuang limbah melalui selokan yang berada di belakang pabrik.

Alih-alih ditemui, perangkat dan sejumlah warga yang datang, mengaku tidak diberikan akses oleh pihak perusahaan.

“Kita tidak pernah ditemui, alasanya atasan sedang tidak ada di kantor. Dan banyak alasan lainnya. Intinya mereka belum mau menemui soal ini,” jelasnnya.

Adanya protes yang sempat dilayangkan oleh warga, membuat pabrik justru kini bermain petak-umpet saat membuang limbah. Sebab yang sebelumnya dibuang pagi hari, kini warga mengaku limbah tersebut justru dibuang saat malam hari.

“Saat ini dibuangnya justru tengah malam, berkisar pukul 22.00 WIB sampai 23.40 WIB. Kalau warga sudah tidur, limbahnya baru dibuang,” terang Saputra (45), warga lain. (dayat/kj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya