by

Dari 14 Paket Temuan BPK-RI, Dua Proyek Miliaran ini Juga Miliki Kekurangan Volume

KABARJOMBANG.COM – Proyek peningkatan Jalan Penggaron – Wonosalam senilai Rp 5,2 Miliar, serta proyek peningkatan jalan Sentul – Kesamben senilai Rp 2,9 Miliar, juga tampak memiliki kekurangan volume pekerjaan. Ini diketahui, pada hasil hasil pemeriksaan BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemkab Jombang TA 2016, yang dilakukan pada tanggal 24 Mei 2017 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil laporan BPK-RI tersebut menyebutkan, ada 14 paket proyek pekerjaan di Dinas PU Bina Marga, Kabupaten Jombang, Tahun Anggaran 2016, yang memiliki kekurangan volume pekerjaan. Dua proyek diantaranya yakni peningkatan jalan Diwek – Brambang, dan proyek peningkatan jalan Cukir – Godong. (baca: Waaah… Dua Proyek Peningkatan Jalan ini Kekurangan Volume Pekerjaan)

Selain itu, dari data tersebut juga diketahui bahwa proyek peningkatan jalan Penggaron – Wonosalam yang dikerjakan PT UUB, juga memiliki kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 175.887.912, dengan 4 spesifikasi teknis pekerjaan, yakni pekerjaan aspal (AC), pekerjaan rigid, galian tanah, dan pekerjaan pasangan batu serta galian tanah TPP.

Jika dirinci, dari Rp 175 Juta tersebut, kekurangan volume pada pekerjaan aspal (AC) sebesar Rp 123.158.023, pekerjaan rigid sebesar Rp 40.321.932,52, pekerjaan galian tanah Rp 2.067.076. Sedangkan kukurangan volume pada pekerjaan pasangan batu serta galian tanah TPP sebesar Rp 10.340.881, setelah dilakukan pemotongan pembayaran pada Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebesar Rp 3.792.670.

Sementara untuk proyek peningkatan jalan Sentul – Kesamben yang dikerjakan PT PNK, memiliki kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 8.703.828 dengan spektek pekerjaan rigid.

Terkait hal ini, Kepala Dinas PU Bina Marga yang kini berganti menjadi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Oetomo, belum berhasil dikonfirmasi. (rief/kj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya