Dampak Limbah Tahu Picu Organ Pencernaan Hingga Iritasi Kulit

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, dr Vidya Buana. (Foto: Anggraini).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kasus pencemaran lingkungan akibat limbah tahu di wilayah Kecamatan Jogoroto dan Peterongan, Kabupaten Jombang, berdampak krusial bagi kesehatan jika tidak diolah dengan benar.

Hal ini sebagaimana dipaparkan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, dr Vidya Buana, kepada KabarJombang.com.

Baca Juga

Dokter Vidya menjelaskan, jika limbah tidak diolah dengan benar dan langsung terbuang di sungai begitu saja otomatis akan terjadi pencemaran. Baik pencemaran air maupun udara.

Menurutnya, ada dua intinya jika limbah dibuang tanpa melalui proses pengelolaan air limbah yang baik dan benar. Dan secara garis besar itu ada dua, kandungan kimia yang masih tinggi pada limbah itu, sama kandungan bakteri.

“Kalau itu terpapar ke manusia dengan bakteri yang paling tinggi, ya yang sering dijumpai masalah gangguan pencernaan seperti mual-mual dan diare,” ujar Vidya Kamis (26/11/2020).

Namun, jika kandungan kimia limbah tersebut tinggi maka akan berdampak iritasi pada kulit, gatal-gatal. Dan jika kandungan tersebut terkonsumsi maka kemungkinan akan mengganggu sistem organ hingga berdampak kronis pada tubuh yang akan terasa pada kurun waktu yang tidak singkat (puluhan tahun) baru akan nampak.

Sedangkan, pencemaran udara yang akan berdampak hanya bau yang menyengat.

“Dan yang menjadi keresahan warga kebanyakan kan dari baunya yang menyengat,” imbuhnya.

Dijelaskan Vidya, jika pencemaran limbah yang mengandung banyak bakteri maka bisa kelihatan dalam waktu yang singkat dan bisa langsung bereaksi. Yakni gangguan pencernaan (mual, muntah, diare) atau keracunan.

“Kalau yang sampai mematikan dan fatal saya rasa ndak ya. Kami belum pernah menerima laporan kematian karena dampak dari pencemaran itu,” katanya.

Ditegaskan, selama limbah itu dikelola dengan baik dan benar. Maka tidak akan berdampak pada pencemaran lingkungan.

Terdapat perbedaan pencemaran limbah yakni antara limbah tahu dengan limbah lainnya karena jenis bahan baku yang digunakan tidak sama. Kandungan limbah pun otomatis berbeda.

“Seperti limbah alumunium itu bisa menyebabkan kanker. Jadi berbeda, tergantung jenis bahan bakunya, apa yang diolah, itu beda nanti pengaruh ke limbahnya,” tandasnya.

Menurut Vidya, solusi yang tepat adalah dari pihak perusahaan tersebut dalam mengelola limbahnya harus paham dan harus memenuhi persyaratan pada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

 

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait