Curhat Pedagang Pasar Peterongan Selama Diberlakukan Sistem Ganjil-Genap

Lokasi Pasar Peterongan yang sepi pembeli di siang hari saat diberlakukan sistem ganjil-genap.(anggit)
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com-Pasar Peterongan akan kembali dibuka secara normal mulai Sabtu 1 Agustus 2020 mendatang. Ini tentu disambut gembira para pedagang, setelah selama sekitar dua bulan aktivitas pasar dibatasi dengan kebijakan sistem ganjil-genap.

Pasar di Kota Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, dengan lokasi di sebelah utara jalan raya provinsi ini dibuka lagi sesuai hasil audiensi pedagang pasar dan Komisi B DPRD Jombang dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kamis (30/7/2020).

Baca Juga

Beberapa pedagang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sebagai imbas ditutupnya pasar, pasca ditemuannya klaster baru Pasar Peterongan.

“Sampai sekarang pembeli takut datang ke pasar karena dianggap tempat virus corona,” ucap Waji, pedagang pakaian di Pasar Peterongan.

Menurutnya, selama dinyatakan tutup sekitar dua bulan ini, sebenarnya tidak sepenuhnya tutup. Hanya saja sepi pembeli karena adanya kebijakan yang mengatur pedagang berjualan secara bergiliran, dengan sistem ganjil-genap.

“Ini buat pedagang bingung. Sehari jualan sehari enggak. Sisi penjualan juga anjlok dan tidak laku. Saya sendiri biasanya satu bulan bisa dapat Rp 50 Juta sekarang anjlok. Dan sama sekali tidak ada kompensasi dari pemerintah,” katanya.

Waji menambahkan ada banyak pedagang yang gulung tikar akibat pasar sepi pembeli.

“Yang saya amati itu ada sekitar 30 pedagang gulung tikar, mulai dari pedagang sayur dan pakaian, bingung mau jualan apa di saat seperti ini,” tandasnya.

Senada yang disampaikam Wiji, pedagang bakso di Pasar Peterongan Cipto, mengatakan hal senada ketika ditemui di lokasi pasar.

“Jelas sepi pembeli. Biasanya saat normal, siang atau sore ramai. Tapi sejak aktivitas pasar dibatasi, sepi,” ujarnya.

Pria yang tinggal di Perumahan Kepuhpermai, Kepuhkembeng Peterongan ini berharap pasar bisa segera dibuka kembali secara normal.

“Biasanya pelanggan selalu ada Mas. Tidak ngitung berapa yang datang sehari, akhir-akhir ini sepi, kadang sehari tidak ada yang beli. Jadinya merugi,” jelas pria yang sudah 15 tahun berjualan di Pasar Peterongan ini.

INSTAGRAM

Berita Terkait