Covid-19 Mendera, Pasar Motor dan Mobil Bekas di Jombang Lesu

Showroom sepeda motor seken di Jalan Raya Peterongan - Sumobito, Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

SUMOBITO, KabarJombang.com – Deraan virus Corona atau Covid-19, mempengaruhi pasar sepeda motor dan mobil bekas di Jombang. Beberapa pedagang motor dan mobil bekas mengaku terjadi penurunan penjualan unit kendaraan akibat virus Corona.

“Showroom kami masih buka tapi berpengaruh ke penjualan. Bulan Maret kemarin penjualan turun, kita hanya menjual empat unit mobil seken. Sedangkan sejak tanggal 1 hingga 11 April ini, kita hanya menjual satu unit mobil saja,” kata Amin Narto (46), pemilik showroom di Jalan Raya Desa Sedamar, Kecamatan Sumobito, Jombang, Sabtu (11/4/2020) siang.

Baca Juga

Ia memprediksi, turunnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor akibat Covid-19. “Kan ada kebijakan di rumah saja sejak virus Corona melanda. Sehingga, pergerakan ekonomi kemudian menjadi lesu,” ujarnya.

Dia juga mengaku bingung jika kondisi seperti ini masih berlangsung, karena akan berpengaruh pada pendapatan dari usahanya. “Di sini, kami punya empat karyawan. Saya juga bingung bagaimana nantinya kalau kondisinya begini terus. Ya bisa saja mereka kami rumahkan sementara,” kata Minarto.

Untuk penjualan unit mobil, lanjutnya, dirinya mengandalkan pembelian secara tunai. Menurutnya, ini disebabkan pihak leasing sudah banyak yang menutup pencairan kredit.

“Memang sulit kalau mengandalkan cash atau tunai. Tapi mau gimana lagi, leasing juga nggak ada yang buka. Jika pun ada leasing yang menyetujui kredit, syaratnya DP (down payment) atau uang muka tinggi, sekitar 50 persen,” pungkasnya.

Showroom mobil seken di Jalan Raya Desa Sedamar, Sumobito, Kabupaten Jombang.

Hal serupa juga diungkap H Ghozali (60), pemilik showron sepeda motor di Jalan Raya Peterongan – Sumobito Jombang, yang mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat terhadap sepeda motor seken alias bekas.

“Sebelum virus Corona, kami masih bisa menjual 40 unit sepeda motor dan bisa lebih. Nah, bulan Maret kemarin, menurun separuh yakni 20 unit. Untuk bulan April hingga tanggal 11 ini masih terjual tiga unit,” rincinya Ghozali.

Dia juga mengaku bingung dengan empat karyawan bekerja di showroom-nya dengan pendapatan penjualan yang merosot tajam. “Ya otomatis ada kebijakan, entah modelnya pengurangan atau rooling. Sebenarnya kasihan juga, mereka bekerja kan untuk menghidupi keluarganya,” kisahnya.

Kondisi yang sama juga dirasakannya pada penjualan sistem kredit, lantaran pihak leasing sudah banyak yang tutup untuk pencairan kredit. “Biasanya, penjualan tinggi itu ditopang dari sistem kredit. Kalau sekarang sudah banyak tutup. Kalau pun ada, DP-nya yang tinggi. Kami pun mengandalkan pembelian tunai,” ujarnya.

Di sisi lain, katanya, pada kondisi virus Corona yang melanda ini, banyak masyarakat yang menjual sepeda motornya. Meski begitu, dia mengaku saat ini tidak berani membelinya untuk dijual kembali, karena penjualan unit motor yang dialaminya merosot tajam. “Kalau saya tanya, untuk menutup kebutuhan sehari-hari,” pungkasmya.

Reporter: Jajang

Simak Juga Videonya:

 

INSTAGRAM

Berita Terkait