by

Cegah Merebaknya DBD, Mega Paundria Nagari Lakukan Fogging di Desa Karangan

KABARJOMBANG.COM – Upaya mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Mega Paundria Nagari, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, terjun langsung melakukan fooging (pengasapan) di Dusun Karangan Wetan, Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Minggu (13/1/2019) pagi.

Bersama sejumlah relawan dan kader partai, Mbak Mega –begitu Caleg nomor urut 7 ini biasa disapa, menyusuri jalanan dengan medan naik turun sekaligus mendampingi relawan yang melakukan pengasapan. Selokan, kebun, dan lahan kosong milik warga setempat, tak luput dari aksi fooging kali ini.

Sebelum pengasapan dilakukan, Mega juga menyempatkan berkunjung ke sejumlah rumah warga untuk memberikan sosialisasi tentang cara efektif mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit demam berdarah.

“Ternyata, masih banyak warga yang belum mengetahui cara pencegahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini. Makanya, kita juga menyampaikan pemahaman cara paling efektif, yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M Plus kepada warga,” kata Caleg perempuan di Dapil 10 (Jombang, Mojokerto) yang masih muda ini.

Menurut Mega, kegiatan fogging atau pengasapan tersebut dilakukan secara cuma-cuma alias gratis atas permintaan warga setempat, guna mencegah penyakit demam berdarah di musim pancaroba seperti ini.

“Setiap rumah warga dan lingkungan sekitar di Dusun Karangan Wetan, sudah kami lakukan fogging. Ini kami lakukan dari permintaan warga karena khawatir penyebaran DBD. Tampaknya, di sini banyak lokasi yang rentan menjadi sarang nyamuk. Dari informasi yang kami terima, sudah ada lima warga sini yang terkena DBD, baik usia anak-anak maupun dewasa. Kita ingin mencegah hal ini agar tidak kembali terjadi,” papar Mega.

Menurutnya, aksi pengasapan tersebut akan dilakukannya secara kontinyu berdasarkan permintaan warga. Sebab, penderita DBD rentan mengalami peningkatan di Kabupaten Jombang.

Seperti tahun 2018, ada sebanyak 454 penderita DB dan 1 orang meninggal. Bahkan, pada awal bulan Januari 2019, sudah merenggut 1 nyawa anak berusia 5 tahun bernama Diva, warga Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. (nas/kj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya