by

Cari Solusi Kekeringan, Wabup Jombang Blusukan ke Desa Terpencil

KABARJOMBANG.COM – Adanya krisis air bersih dan kekeringan yang menimpa sebagian warga di Kabupaten Jombang, membuat Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab, blusukan ke desa terpencil. Dengan ala kadarnya, wanita yang akrab disapa Bu Mun ini, tiba di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Senin (11/9/2017).

Alhasil, senyuman manis warga yang mengetahui kedatangannya, terlihat di bibir warga yang berada di pinggir hutan. Tanpa rasa canggung, Bu Mun melihat aktivitas warga Marmoyo yang dengan terpaksa menggunakan air resapan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ini mereka rasakan, setelah datangnya musim kemarau yang menghilangkan sumber air di desa tersebut.

Hal ini Seperti yang diungkapkan Sudarwati, Kepala Desa setempat. Menurutnya, sejak satu bulan terakhir, warganya terpaksa harus mengkonsumsi air resapan yang dibuat warga di tengah sungai yang mulai mengering.

“Memang, kondisi warga kami saat ini sedang krisis air bersih. Sehingga, warga terpaksa menggunakan air resapan untuk kebutuhan seperti mencuci dan air minum,” ujarnya.

Selain itu, dirinya meminta agar pemerintah bisa memberikan bantuan untuk membuatkan sumur bor sebagai kebutuhan warga, agar tidak kekurangan air bersih yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat,

“Saat ini, sudah ada beberapa tandon air. Namun kita tetap meminta agar pemerinah daerah mau membantu kebutuhan sumur bor yang dinginkan warga,” sambungnya.

Menanggapi hal ini, Munjidah Wahab berjanji bakal menjadikan permintaan warga sebagai program penyelesaian secepatnya. Sebab, kondisi seperti ini sudah dialami warga setempat sejak beberapa tahun silam.

“Kondisinya cukup memprihatinkan. Nah, dengan adanya keluhan ini, maka kami akan memberikan solusi dengan merencanakan hal tersebut secepatnya. Termasuk nantinya memperbanyak tandon air untuk bisa menerima suplai air bersih yang akan dibantukan kepada warga,” katanya.

Sementara itu, untuk pembuatan sumur bor, akan dikaji lagi apakah memang di daerah tersebut bisa menghasilkan sumber air yang bisa digunakan warga. Sebab, letak desa yang berada di dataran tinggi, membuatnya harus memutar otak agar pengerjaan sumur bor tidak sia-sia.

“Perminataan sudah kita tampung, kedepan akan direncanakan agar segera teralisasi,” pungkasnya. (aan/kj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya