Berikan Bantuan ke 5 Anak yang Ditinggal Karantina, FRMJ: Pemerintah Harus Tanggap

FRMJ beri bantuan
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Terlantarnya 5 putra-putri Zul Fadli Mursidah (37), warga Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, lantaran ditinggal sang ibu menjalani isolasi di gedung Tenis Indoor Jombang, menggugah simpati berbagai kalangan. Salah satunya Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ).

LSM yang diketahui Joko Fattah Rochim ini bersama sejumlah anggotanya, memberikan bantuan berupa sembako ke rumahnya di Dusun Kandangan, desa setempat, Rabu (15/7/2020). Sembako tersebut antara lain beras, mi instan dan lainnya.

Baca Juga

“Kami datang ke sini untuk memberikan bantuan ini. Kami kasihan, selain ibunya dikarantina, kelima anaknya yang sudah ditinggal bapaknya selamanya ini juga tidak mendapat perhatian pemerintah,” ucapnya usai memberi bantuan.

Ia menilai, pemerintah terlalu lamban merespon kesulitan dialami warganya. Padahal, menurut Fattah, kesulitan yang dialami keluarga Mursidah, dipicu oleh kebijakan. “Artinya, pemerintah jangan lamban memberikan bantuan, kan bisa koordinasi dengan Pemdes, Puskesmas,” katanya.

Tak hanya itu, Fatah juga medesak pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, memberikan keterangan secara jelas dan gamblang terkait hasil rapid test. Juga soal test Swab yang masih dinilainya lamban untuk mengetahui hasilnya.

“Kasihan anak-anak ini, karena orang tuanya dikarantina dan hasil rapid serta swab-nya juga lama. Jadi perangkat desa, bidan desa, saya harap bisa memutus rantai penyebaran Corona. Jangan malah menakut-nakuti,” imbuhnya.

Sementara Listi Nur Khafifah (32), bibi kelima anak yang ibunya dikarantina menyampaikan rasa syukur atas simpati yang diberikan pada keluarganya. “Alhamdulillah, terima kasih sudah bisa membantu seperti ini. Anak-anak senang karena sebelumnya kita seperti dikucilkan oleh warga,” ujarnya.

Listy yang sehari-harinya berjualan tempe di Pasar Peterongan ini mengaku, selama ini kelima ponakannya itu dibiayainya dengan seadanya.

“Ya pakai biaya pribadi. Setiap harinya selama ditinggal ibunya dikarantina, ada 3 keponakan saya tinggal di rumah ini. Sedangkan satunya ikut saya, satunya lagi saya titipkan. Karena saya juga bekerja dan anak yang saya titipkan itu masih balita perlu menyusui,” paparnya.

Disinggung terkait bantuan, ia menuturkan tidak pernah tersentuh bantuan apapunm sejak kakaknya dikarantina. Baik dari Pemdes setempat maupun dari Pemkab Jombang.

“Harapan untuk Pemerintah, kenapa tidak dari kemarin-kemarin kita diperhatikan seperti ini. Mengapa saat ada pemberitaan, baru kita ditoleh. Seolah-olah kita seperti anak tiri,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Zul Fadli Mursidah (37) menjalani karantina di gedung Tenis Indoor Jombang dengan meninggalkan kelima anaknya di rumah. Sementara empat di antaranya masih kecil dan balita. Sedangkan sang bapak, telah tiada sekitar 7 bulan lalu.

Baca Sebelumnya: Ibu Asal Kecamatan Peterongan Diisolasi Terkait Covid-19, Lima Anaknya Terlantar

 

INSTAGRAM

Berita Terkait