Belum Ada Sinyal Perhatian Pemerintah, Begini Kondisi Situs Rumah Masa Kecil Bung Karno di Jombang

Situs rumah masa kecil Bung Karno, di Dusun Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, Senin (17/8/2020). (Foto: Anggraini Dwi Sa'idah)
  • Whatsapp

PLOSO, KabarJombang.com – Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75 yang digelar warga Gang Bung Karno, di halaman depan situs rumah masa kecil sang proklamator Ir Soekarno, di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, tampaknya memiliki pesan tersirat.

Yakni, untuk menggugah pemerintah lebih peduli terhadap situs peninggalan rumah masa kecil Bung Karno, Presiden Republik Indonesia pertama, yang kini menyisakan pondasi rumah.

Baca Juga

Tampak di situs tersebut, pondasi rumah dicat merah. Di beberapa titik di area dalam pondasi, tertancap tanda dari kayu bertulis, Teras Depan, Ruang Tamu, Ruang Tengah, dan Kamar di dua titik. Di tengah rumah, kini tertancap tiang dan bendera merah putih yang berkibar.

Lantaran Agustus, di sekelilingnya situs tersebut dipasang umbul-umbul, serta dua banner berukuran besar. Satu banner bertulis ucapan peringatan HUT Kemerdekaan RI, satu banner lagi berisi kalimat sebagai pemberitahuan bahwa lokasi ini merupakan tempat bersejarah, yakni situs tempat kelahiran Bung Karno.

“Itu hanya sebagai penanda, kalau masyarakat berkunjung ke sini, gampang memahami isi dalam rumah masa kecil Bung Karno,” kata Suharno, Pembina Pengurus Yayasan Situs Bung Karno, sambil menunjukkan sejumlah titik yang dulunya merupakan ruangan-ruangan.

Suharno mengatakan, warga setempat sebelumnya sudah berusaha agar rumah tersebut tidak roboh. Hanya saja, kenyataan berkata lain. Rumah masa kecil Bung Karno yang tak jauh dari Sungai Brantas ini, kemudian roboh akibat terjangan hujan deras diserta angin, hingga sekitar lokasi banjir.

“Warga sini sempat menyangga dinding di sejumlah titik. Tapi, disangga sana doyong ke sana, sangga sini doyong kesini. Akhirnya waktu hujan deras dan angin kencang, roboh,” papar Suharno.

Suharno menceritakan, pada tahun 2019 kemarin, situs tersebut pernah dikunjungi Mbak Puti (Puti Guntur Soekarno), cucu sang Proklamator yang pada 2018 lalu diusung sebagai Calon Wakil Gubernur Jatim.

Saat itu, Mbak Puti memang sedang mencari letak keberadaan rumah kelahiran dan masa kecil kakeknya. “Kami sempat ditanya soal robohnya rumah tersebut, Kami ceritakan apa adanya begitu,” ujar Suharno.

Dari situlah, kata Suharno, Mbak Puti kemudian meminta warga untuk mendirikan lembaga berupa Yayasan yang khusus mengurusi, serta melesatarikan situs rumah, tempat lahirnya Sang Proklamator, Ir Soekarno.

Namun, gayung seolah tak bersambut. Upaya warga Gang Buntu yang kini lebih dikenal Gang Bung Karno ini, rupanya belum mendapat perhatian pemerintah.

“Harapan kami, situs rumah Bung Karno ini didirikan kembali. Kami dan warga sini masih hafal bentuknya. Atau dibangunkan prasasti bahwa di sini adalah rumah Bung Karno,” katanya.

Kendati demikian, usaha warga Gang Bung Karno tak surut. Kini, warga sepakat untuk berupaya memohon pada Yayasan Bung Karno di Jakarta. “Rencananya ingin ke Ibu Megawati, agar ikut membantu memperhatikan rumah tinggal Ayahnya di masa kecilnya, sebagai situs bersejarah,” ungkap Suharno.

Disinggung alasan pemerintah belum memberi perhatian, Suharno tidak tahu secara pasti. Hanya saja, ia berkira-kira, pemerintah masih kurang mendapatkan bahan atau informasi dari sejarawan lain.

“Mungkin saja karena alasan itu. Tapi warga ini yakni, bahwa Bung Karno pernah tinggal disini,” tandasnya.

Namun, masih kata Suharno, kalau pun pemerintah benar-benar kurang perhatian, ia juga berencana akan terus melakukan upaya membangun kembali rumah masa kecil Bung Karno. Salah satunya, mengajak warga lain yang memiliki perhatian dalam hal ini.

“Kita inginnya berbentuk rumah. Sehingga masyarakat luas nanti bisa mengetahui bahwa Bung Karno pernah tinggal di Dusun Gang Buntu, Ploso ini.

Suharno menyinggung sedikit cerita Bung Karno, saat masih tinggal di rumah tersebut. Kemudian, Bung Karno sekolah di Sekolah Rakyat (SR), sebutan SD tempo dulu yang tak jauh dari rumah tersebut.

Dikatakannya, berdasarkan studi literatur dari buku Ida Ayu Nyoman Rai (ibu bangsa) menjelaskan, tidak ada rumah lain yang pernah disinggahi selain rumah yang ada di Gang Bung Karno ini.

Di literatur itu juga menjelaskan, bagaimana ibu Bung Karno melakukan perjalanan mengikuti suaminya Raden Soekemi Sosrodiharjo, Ayah Bung Karno, ketika bertugas mengajar di SR Ongko Loro, yang saat ini menjadi SDN Ploso 1 dan pindah di tepi sungai Brantas.

Upaya melestarikan salah satu sejarah bangsa ini, namun menemui kendala, dibenarkan Solah, Ketua Pengurus Situs Rumah Waktu Kecil Bung Karno. Ia berkeinginan yang sama dengan warga Gang Bung Karno lain, yakni agar rumah Bung Karno ini bisa berdiri lagi.

“Benar, hingga saat ini masih terkendala soal dana, dan pemerintah belum ada perhatian. Tapi kita tetap akan terus berjuang untuk hal ini. Sebagai kecintaan kami kepada negeri ini,” ungkap Solah, diangguki Kasmuri, wakil ketuanya.

INSTAGRAM

Berita Terkait