Bayang-bayang Peng-Covid-an, Lansia di Jombang Sempat Ditolak Pihak RS

Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Katin berusia 60 tahun warga Desa Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang memilih tidak pergi ke rumah sakit untuk mencari pengobatan karena takut dicovidkan oleh pihak RS. KabarJombang.com/Diana Kusuma/
Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Katin berusia 60 tahun warga Desa Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang memilih tidak pergi ke rumah sakit untuk mencari pengobatan karena takut dicovidkan oleh pihak RS. KabarJombang.com/Diana Kusuma/
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebelum dirawat di rumah karena takut dicovidkan, wanita lanjut usia (lansia) bernama Katin berusia 60 tahun warga Desa Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang juga mendapatan penolakan saat berobat ke rumah sakit swasta.

Pihak rumah sakit di Kabupaten Jombang beralasan jika semua ruangan penuh dan tidak ada dokter.

Baca Juga

Sudah seminggu ini Katin merasakan panas, dan sesak saat batuk. Ia sempat berobat ke beberapa rumah sakit swasta di Jombang sebelum memutuskan dirawat di rumah oleh pihak keluarga pada Selasa, 12 Januari 2021.

Naning menuturkan, setelah mengetahui orang tuanya mengalami esak nafas saat batuk, panas, dan pusing pihak keluarga membawanya ke rumah sakit swasta berinisial M, namun lansung mendapatkan penolakan sebelum dilakukan pemeriksaan.

“Pertama itu ke RS (M) karena kami pengennya ibu dapat perawatan karena sebelumnya kalau habis dari dokter itu sudah enak, tapi kok belum. Makanya kami ke RS, tapi gak diperiksa gak diapa-apakan bilangnya gak bisa rawat inap. Dokter spesialisnya off dan disuruh ke RSUD saja,” ungkapnya pada KabarJombang.com Rabu (13/1/2021).

Karena merasa takut akan “dicovidkan” jika dibawa ke RSUD, Naning melakukan pengobatan lain di RS swasta lain yaitu RS berinisial PK. Naning megungkapkan jika ingin dilakukan rawat inap, Katin harus langsung masuk ruang isolasi.

“Di rumah sakit (PK) saya juga heran, pemeriksaan hanya di tensi dan stetoskop di dada. Saat saya bilang mau rawat inap agar ibu saya dirawat, langsung ada perawat yang manggil. Ngomongnya kalau rawat inap langsung masuk ruang isolasi,” tuturnya.

Setelah mendapatkan perlakuan yang dianggapnya tidak menyenangkan, maka ia membawa orang tuanya ke rumah sakit yang ada di wilayah Diwek. Disana Katin diperiksa dan menjalani rapid tes dan hasilnya nonreaktif, hanya saja tensi darahnya terlalu tinggi.

“Tapi bisa pulang dan dirawat di rumah,” kata Naning.

Dari kejadian yang dialaminya, perempuan berusia 32 tahun ini hanya ingin mendapatkan penjelasan dan prosedur yang benar dalam menangani seorang pasien.

“Harusnya kan jelas kalau memang covid ya sudah kasih buktinya dan harus jalani perawatan ya gapapa. Tapi kalau belum diperiksa belum apa sudah ditolak dan langsung isolasi mandiri terus gimana. Padahal saya juga pakai pasien umum bukan BPJS, itu demi ibu saya sembuh tapi kok kayak gitu,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait