Audensi Diluluskan, PMII Jombang Tak Lagi Menyoal Statemen Bupati Soal Unggah-ungguh

Bupati Jombang bersama PMII Jombang pasca audensi
Foto bersama Bupati dan PC PMII Jombang, setelah audensi digelar.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sempat meradang dengan statemen Bupati Jombang Mundjidah Wahab dalam Rapimcab IPNU-IPPNU di Aula Bung Tomo Pemkab setempat, pada Sabtu 3 Oktober 2020 lalu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jombang, akhirnya tak lagi mempermasalahkan.

Sikap lunak PC PMII ini, setelah surat teguran yang dilayangkan ke Bupati Jombang, akhirnya diluluskan. Dan pada Selasa (13/10/2020) malam, Bupati Mundjidah mengundang organisasi eksternal kampus ini untuk beraudensi di Pendopo Kabupaten Jombang.

Baca Juga

Ketua Umum PC PMII Jombang, M Irkham Tamrin membenarkan adanya pertemuan PC PMII Jombang dengan Bupati Mundjidah. Dalam audensi tersebut, kata dia, secara tersirat, Bupati sudah menyadari atas ketidaksengajaannya dalam berkata-kata. Hanya saja, kata Irkham, tidak ada bukti tersuratnya jika Bupati Jombang meminta maaf.

“Jadi, ya kita sudah tidak mempermasalahkan karena sudah ada niatan dari Bupati,” katanya.

Selain itu, lanjut Irkham, bahwa IKA PMII dalam menanggapi hal tersebut juga tidak begitu mempermasalahkan secara serius. Dan Bupati Mundjidah menganggap PMII sebagai anak, karena dalam satu jamaah NU (Nahdlatul Ulama) di Jombang.

“Dalam hal ini kan bukan dalam rangka mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, bukan juga kita menghakimi siapa pun. Dan ini dalam rangka bertabayyun, klarifikasi, aslinya seperti itu,” ungkap Irkham.

Ia menambahkan, niat sebenarnya PC PMII Jombang adalah untuk klarifikasi terkait maksud dan tujuan dari pernyataan tersebut. Lagi-lagi, pihaknya mengaku tidak ada niatan menuntut kesalahan, mengaku salah, atau siapapun mencari kesalahan.

“Karena kalau kita mau cari salah benar ya ranahnya hukum. Ini kan etika saja. Dan berbicara etika itu bukan masalah salah atau benar, tapi sopan atau tidak sopan. Kalau sudah minta maaf dan tidak mengulang kembali, berarti kan selesai, secara tidak langsung,” paparnya.

Dalam audiensinya, kata Irkham, Bupati Mundjidah menuturkan, jika ada unek-unek yang ingin disampaikan agar disampaikan dengan cara audiensi. Tanpa harus turun jalan.

Dikatakannya, Bupati Mundjidah menyampaikan agar sama-sama intropeksi diri. Dan pihaknya juga mengaku tidak ada masalah lain. Selain itu, Bupati juga menyadari perlunya diskusi karena PMII Jombang.

“Ini baru pertama kali melakukan audiensi bersama Bupati pada Selasa (14/10/2020) malam itu. Jadi kita perlu introspeksi, jangan sampai ada yang seperti itu,” pungkas Irkham.

Seperti diberitakan, statemen Bupati Mundjidah dalam sambutanya di Rapimcab IPNU-IPPNU di Aula Bung Tomo Pemkab setempat, pada Sabtu 3 Oktober 2020 lalu, membuat Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, M Irkham Tamrin, meradang.

Menurutnya, pernyataan Bupati Mundjidah, dinilainya menyudutkan PMII, sebagai organisasi kader mahasiswa. Dalam statemen itu, kata Irkham, Bupati Mundjidah secara sengaja membanding-bandingkan antara hasil godokan PMII dengan IPNU dan IPPNU. Di mana, Bupati Mundjidah menilai IPNU-IPPNU masih memiliki unggah-ungguh dan tawadlu.

Kalau sudah di Fatayat apalagi di Muslimat itu kan ketahuan, kader ini kalau memang godokan IPPNU atau langsung dari PMII. Langsung jadi pimpinan itu di NU akan sangat beda jauh. Dari cara penyampaiannya beda, wong akademisi nggak didelok nak ngarepe sopo-sopo (Jawa: Orang akademisi tidak melihat di depannya itu siapa). Tapi Alhamdulillah, kalau IPPNU masih ada tawadlu, unggah-ungguh masih ada kapada siapa kita bicara. Bagaimana kita bicara itu masih ada. Karena IPPNU, NU organisasinya sampai desa, jadi betul-betul ketemu dengan masyarakat. Tapi nyuwun sewu, kalau PMII dari kalangan akedemisi, langsung dan semua dianggapnya sama,” ucap Bupati di acara Rapimcab kala itu yang terekam video.

INSTAGRAM

Berita Terkait