Atasi Masalah Lingkungan, FMMJ Libatkan 15 CSO

FMMJ (Forum Masyarakat Madani Jombang) saat menggelar kegiatan di Plandi, Jombang, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Anggraini).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Untuk memecahkan isu lingkungan. FMMJ (Forum Masyarakat Madani Jombang) melibatkan 15 organisasi masyarakat sipil (OMS–civil society organization, CSO).

Direktur Sanggar Hijau Indonesia (SHI), Shanti Wurdiani R, mengatakan,  FMMJ merupakan salah satu forum baru yang ada di Jombang, untuk memecahkan isu lingkungan. Dalam aksinya melibatkan 15 CSO, yang diresmikan sejak bulan September 2020 silam.

Baca Juga

Sebanyak 15 CSO tersebut, diantaranya adalah Suara Difabel Mandiri, PKK, Bank Sampah Mak Karman, TPS3R, SHI, Kelompok Santri Tani Milenial, Santri Jogo Kali, KPI, WCC, Bank Sampah Induk Jombang, BAMAG, Fatayat, Yayasan Air Kita, Jurnalis, serta Kelas Volunteer Difabel Jombang.

Sebelumnya Shanti membeberkan, pihaknya terpilih sebagai mitra utama dari project program madani dengan work plan selama 3 tahun. Terkait itu telah bekerjasama dengan USAID (United States Agency for International Development) dan Madani Nasional.

FMMJ ada sebanyak 32 di Kabupaten/Kota di Indonesia dan untuk di Jombang yang terpilih adalah SHI.

Dikatakan, dalam work plannya ya membentuk simpul belajar madani dimana memang yang dibutuhkan isu tematiknya pengelolaan sampah. Maka untuk ide sentrisnya tidak hanya SHI saja, walaupun kita punya background itu.

“Tapi mengajak masyarakat untuk menuju madani atau sejahtera, sehingga melibatkan semua kelompok yang bersifat gesi (gender dan inklusi),” terang Shanti, Sabtu (21/11/2020).

Lebih lanjut Shanti mengatakan, meskipun masa project selama 3 tahun itu sudah habis. Namun forum tersebut sebagai aset yang baik untuk saling berkolaborasi, aksi, dan belajar bersama untuk saling melengkapi untuk tanggap terhadap isu-isu lingkungan yang ada di Jombang. Sektor tersebut terdiri dari 8 lintas isu yang sama yaitu lingkungan dan 8 lintas sektoral atau non-lingkungan.

“Tujuan dari pembentukan ini juga untuk pemberdayaan, advokasi, dan edukasi. Salah satunya yaitu advokasi di tingkat Kabupaten/Kota dan fokus isu tematik berkaitan dengan akuntabilitas, keberlanjutan dan inklusi sosial/toleransi,” katanya.

Untuk advokasi sendiri dalam forum tersebut ada salah satu CSO yang memiliki peluang dibidang tersebut. Apalagi sudah pernah melakukan dalam persoalan isu,  sehingga bisa saling belajar pengalaman dan merumuskan bersama.

“Untuk menguatkan antar internal anggota seberapa jauh pemahaman dan kontribusinya terhadap forum maka kami buat pengukuran indeks kinerja forum seperti hari ini. Ya memang ini awal tumbuh kita ya, jadi harapannya agar nanti masyarakat juga bisa ikut dan terlibat,” ungkapnya.

Shanti menambahkan bahwa kedepan pihaknya akan melakukan aksi bersama dilapang atau take action yang berdasarkan keputusan bersama terkait aksi apa yang akan dilakukan.

Dan dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga mewajibkan anggota untuk disiplin menerapkan 3 M. Mulai saat masuk dichek suhu dengan thermogun, penggunaan handsanitizer, menggunakan masker, dan berjaga jarak.

“Kewajiban mematuhi protokoler Covid-19, tetap kita terapkan sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 dan tidak menciptakan klaster baru pada forum,” tandas Shanti.

 

 

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait