Ada Sejak 1964, Nasi Bali di Jombang Kota Jadi Favorit Pecinta Kuliner Tradisional

Eny saat menyiapkan pesanan nasi bali daging. (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Nasi dengan lauk dicampur bumbu merah atau biasa dikenal dengan nasi bali, banyak dijumpai di Kabupaten Jombang. Karena kuliner satu ini, cukup populer dan banyak peminatnya. Lauknya bermacam-macam, mulai tempe, tahu, telur, dan daging.

Namun, ada yang berbeda dengan nasi bali lauk daging yang cukup dikenal “nyami” dan tak sepi pengunjung di Jombang. Yakni di Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan. Selain itu, nasi bali ini ada sejak tahun 1964. Sebelum zaman Gestapu.

Baca Juga

Ini seperti diutarakan Eny, pemilik warung. Ia mengaku meneruskan usaha ibunya yang dirintis sejak tahun tersebut. Meski kini telah berganti dikelola anaknya, soal menu dan resepnya sama. Karena dulu, Eny kerap membantu sang ibu saat memasak dan berjualan.

“Awal jualan dulu sekitar tahun 1964. Ibu saya yang mulai jualan. Menunya ya sama seperti ini dari dulu,” tutur Eny kepada KabarJombang.com, Sabtu (10/10/2020).

Saban hari, ia menghabiskan daging sapi sebanyak 30-50 kilogram. Pembeli tidak hanya bisa membeli bareng nasinya. Beli lauknya saja untuk dibungkus pun, tetap dilayani. Sedangkan seporsi nasi bali dagangannya, seharga Rp 18 ribu.

“Seporsinya Rp 18 ribu. Nggak pakai nasi juga bisa. Bali dagingnya aja seharga Rp 25 ribu untuk satu porsi,” jelasnya.

Satu porsi nasi bali di warung milik Eny, tidak banyak pernak-pernik. Hanya nasi dan daging dengan bumbu merah. Meski begitu, jangan khawatir soal rasa. Harga Rp 18 ribu, terbayar oleh kental dan rasa nikmatnya bumbu bali serta irisan daging yang banyak.

Soal omzet, setiap hari buka mulai pasca Subuh atau 04.30 WIB hingga pukul 09.00, Eny mampu mendapatkan lebih Rp 5 juta. “Kalau hari Minggu, pas ramai-ramainya, bisa dapat lebih dari itu. Kalau tutupnya ya tergantung, kalau habis ya cepet tutupnya,” ungkap Eny.

Namun, kata Eny, saat Covid-19 melanda Jombang, omzetnya merosot hingga sekitar 50 persen. Menurutnya, saat pandemi, banyak warga mengikuti anjuran untuk berada di rumah saja, sehingga tak keluar mampir di warungnya.

“Ada penurunan penjualan. Apalagi awal-awal Corona dulu, hampir 50 persen turun penjualan. Tapi saat ini mulai ramai lagi. Alhamdulillah,” tambahnya.

Sementara Puji, salah satu pengunjung warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang, mengaku sudah lama berlangganan di warung Eny. Saat dijumpai KabarJombang.com, Puji memesan 20 porsi nasi bali daging dan 20 porsi nasi rawon.

“Iya sudah sering beli di sini kalau mau makan bali daging. Sudah langganan karena memang nasi bali-nya beda dari yang lain,” ungkap Puji.

INSTAGRAM

Berita Terkait