oleh

Ada Kampung Beriman, Pemdes Jabon Juga Bangun Gedung Posyandu Multi Manfaat

JOMBANG, KabarJombang.com – Desa Jabon adalah salah satu desa di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, yang cukup inovatif.

Bagaimana tidak, selain pembangunan fisik yang terus digenjot Pemerintah Desa (Pemdes) Jabon, desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 4.600 jiwa, tersebar di lima dusun ini juga terus berupaya meningkatkan kualitas hidup dan memprioritaskan bidang kesehatan.

Salah satu upayanya yakni, rencana pembangunan gedung Posyandu. Gedung Posyandu ini nantinya akan memiliki banyak peran di dalamnya. Termasuk diantaranya program layanan pasien rawat jalan di RSUD Jombang.

“Kita sudah bersinergi dan ada MoU dengan RSUD Jombang. Harapan kami akan meringankan masyarakat yang ingin berobat ke RSUD Jombang, agar tidak antri berjubel capek-capek. Dan Desa Jabon ini adalah satu diantaranya empat desa yang terpilih,” ujar Eko Wahyudi, Kepala Desa (Kades) Jabon, periode 2013-2019.

Sedangkan di sisi pemberdayaan non fisik, saat ini Desa Jabon sudah membangun Kampung Beriman di sejumlah lingkungan setempat. Program ini didukung dengan anggaran dari dana desa (DD) setempat sebesar Rp 5 juta.

Dikatakan Eko, kampung beriman adalah kawasan masyarakat peduli lingkungan dimana di dalamnya ada beberapa kegiatan mulai dari pendampingan lingkungan hidup dan pendampingan bank sampah.

“Pendampingan lingkungan hidup diantaranya biopori, pengembangbiakan bibit tanaman dan bunga, edukasi komposter. Kalau bank sampah sejauh ini ada pendampingan di dua titik,” tambahnya , Jum’at (11/10/2019).

Di sisi pembangunan, selama enam tahun terakhir ini realisasi anggaran dana desa (DD) sudah terwujud dalam berbagai sejumlah pemberdayaan fisik. Mulai dari saluran air, IPAL, darinase, posyandu dan jalan lingkungan.

Termasuk pembangunan balai desa setempat yang mampu diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun secara bertahap dengan sistem swadaya.

“Setiap tahun kami anggarkan l untuk pembangunan balai desa, tiga kali penganggaran selesai. Tahun 2013 kami anggarkan dari ADD (alokasi dana desa),” tandasnya.

Eko Wahyudi mengatakan, kedepan pihaknya memiliki target kolaborasi program kemitraan sehat dengan RSUD Jombang, terkait penanganan pasien stroke.

“Mengingat penyakit ini salah satu penyakit berat yang familier dengan masyarakat, tak terkecuali semua kalangan. Sehingga dengan penanganan pasca pengobatan bisa dilakukan di tempat kami. Tetap kontrol dan terapinya ditangani petugas dari medis tapi dibantu dengan kader-kader PKK di desa kami,” pungkasnya.

Jurnalis: Muji Lestari
Editor: Nurul Yaqin

Berita Lainnya